Ikan Gurame
Ikan Gurame

Ikan Gurame: Kenapa Tumbuhnya Lambat, Cara Membedakan Jantan-Betina, dan Tahapan Budidayanya

Diposting pada

Di rumah makan Sunda, gurame goreng atau gurame bakar hampir selalu menjadi menu andalan. Harganya lebih mahal dibanding lele atau nila, dan ada alasan kuat untuk itu: gurame butuh waktu jauh lebih lama untuk mencapai ukuran konsumsi.

Artikel ini membahas apa yang membuat gurame berbeda, cara mengenali jantan dan betina, serta bagaimana pembudidaya membagi prosesnya ke dalam beberapa tahap agar lebih efisien.

Ikan gurame dewasa dengan tubuh pipih lebar dan sisik besar
Foto: George Chernilevsky / Wikimedia Commons (Public domain)

Gurame, Ikan Asli Nusantara

Berbeda dengan nila dan lele dumbo yang berasal dari Afrika, gurame (Osphronemus goramy) adalah ikan asli Asia Tenggara. Sebarannya meliputi perairan Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. Nama genusnya bahkan diambil dari sebutan lokal ikan ini.

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Kelas Actinopterygii
Ordo Anabantiformes
Famili Osphronemidae
Genus Osphronemus
Spesies Osphronemus goramy

Famili Osphronemidae juga mencakup ikan hias populer seperti cupang dan sepat. Semua anggota kelompok ini punya satu kesamaan penting: organ labirin.

Organ Labirin: Rahasia Gurame Bertahan di Air Tenang

Organ labirin adalah alat pernapasan tambahan berupa lipatan-lipatan tipis di atas insang. Dengan organ ini gurame bisa mengambil oksigen langsung dari udara. Anda mungkin pernah melihat gurame naik ke permukaan dan “menyeruput” udara. Itu bukan tanda sakit, melainkan perilaku normal.

Kemampuan ini membuat gurame cocok di kolam air tenang. Meski begitu, pertumbuhan tetap lebih baik jika kualitas air terjaga dan air tidak tercemar limbah organik.

Ciri Fisik Gurame

  • Tubuh pipih, tinggi, dan lebar, dengan sisik besar yang tersusun rapi.
  • Sirip perut memanjang seperti benang dan berfungsi sebagai alat peraba.
  • Pada ikan muda terdapat garis-garis vertikal gelap dan bintik hitam di pangkal ekor, yang memudar seiring bertambahnya umur.
  • Gurame dewasa bisa tumbuh sangat besar. Di alam, panjangnya dapat mencapai lebih dari 60 cm.
Gurame muda dengan sirip perut panjang menyerupai benang
Foto: Arunravi.signs / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Cara Membedakan Gurame Jantan dan Betina

Perbedaan kelamin baru terlihat jelas pada ikan dewasa. Ciri-ciri yang biasa dipakai pembenih adalah:

Bagian tubuh Jantan Betina
Dahi Menonjol (sering disebut “nonong”) Relatif rata
Dagu Kekuningan Keputihan atau cokelat muda
Pangkal sirip dada Terang Terdapat bercak gelap
Perut saat matang gonad Tidak membesar Membesar dan lunak

Varietas Gurame yang Dikenal Pembudidaya

Pembudidaya mengenal beberapa varietas gurame berdasarkan bentuk tubuh, warna, dan kecepatan tumbuh. Beberapa di antaranya:

  • Soang: ukuran tubuh bisa sangat besar, cocok untuk konsumsi.
  • Jepang (jepun): bentuk tubuh lebih panjang, pertumbuhan cukup cepat.
  • Bastar: pertumbuhan relatif cepat, sisik lebih besar.
  • Porselen: warna tubuh lebih terang, telurnya banyak sehingga disukai pembenih.
  • Galunggung Sukamandi: strain hasil pemuliaan balai riset pemerintah dengan pertumbuhan yang lebih baik.

Selain itu ada gurame albino dan gurame blue safir yang lebih sering dipelihara sebagai ikan hias.

Mengapa Gurame Tumbuh Lambat?

Dari telur sampai ukuran konsumsi sekitar 500 gram per ekor, gurame bisa membutuhkan waktu lebih dari satu tahun. Beberapa faktor penyebabnya:

  1. Karakter genetik. Gurame memang secara alami bertumbuh lebih lambat dibanding nila atau lele.
  2. Kebiasaan makan. Gurame dewasa cenderung herbivora, sehingga pakan berprotein tinggi tidak selalu dimanfaatkan seefisien pada ikan karnivora.
  3. Kepekaan terhadap suhu dingin. Pada suhu rendah, nafsu makan gurame turun drastis.

Karena waktunya panjang, pembudidaya biasanya tidak mengerjakan semuanya sendiri. Budidaya gurame dibagi menjadi beberapa segmen, dan setiap pembudidaya bisa fokus pada satu segmen saja.

Tahapan Budidaya Gurame

Pembenihan

Induk gurame yang matang gonad ditempatkan di kolam pemijahan dengan perbandingan jantan dan betina sekitar 1:3. Sediakan bahan sarang seperti ijuk atau rumput kering, serta tempat sarang berupa keranjang atau sosog bambu. Gurame jantan akan menyusun sarang, lalu betina bertelur di dalamnya. Setelah telur terlihat, sarang diangkat dan telur ditetaskan di wadah terpisah seperti bak atau akuarium dengan air bersih.

Pendederan

Larva dipelihara hingga menjadi benih berukuran beberapa sentimeter. Pada fase ini benih diberi pakan alami seperti cacing sutra atau kutu air, lalu dialihkan bertahap ke pelet halus. Tahap pendederan sering dibagi lagi menjadi beberapa ukuran, misalnya ukuran kuku, ukuran korek, hingga ukuran silet, sesuai istilah pembudidaya lokal.

Pembesaran

Benih ukuran sekitar 50–100 gram dibesarkan di kolam tanah atau kolam terpal hingga mencapai ukuran konsumsi. Fase ini umumnya membutuhkan 4–6 bulan atau lebih, tergantung ukuran awal, kualitas pakan, dan suhu.

Pakan: Kombinasi Pelet dan Hijauan

Salah satu cara menekan biaya budidaya gurame adalah memanfaatkan pakan hijauan. Daun sente, daun talas, daun pepaya, dan kangkung biasa diberikan sebagai pakan tambahan pada fase pembesaran. Hijauan bisa mengurangi kebutuhan pelet, tetapi pelet tetap diperlukan agar pertumbuhan tidak terlalu lambat.

Hal yang perlu diperhatikan: sisa daun yang tidak dimakan sebaiknya diangkat agar tidak membusuk dan menurunkan kualitas air.

Kondisi Air yang Disarankan

Parameter Kisaran
Suhu 25–30 °C
pH 6,5–8
Lokasi Dataran rendah hingga menengah lebih ideal dibanding pegunungan yang dingin

Penyakit yang Perlu Diwaspadai

  • Jamur (Saprolegnia): tampak seperti kapas putih di tubuh atau telur. Sering muncul pada telur yang tidak dibuahi dan ikan yang terluka.
  • Infeksi bakteri Aeromonas: ditandai bercak merah, sisik mengelupas, dan luka. Biasanya dipicu stres dan kualitas air buruk.
  • Parasit kulit: ikan menggosok-gosokkan badan ke dinding kolam dan tampak gelisah.

Pencegahan terbaik adalah menjaga suhu tetap stabil, menghindari penanganan kasar, dan tidak memberi pakan berlebihan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama gurame bisa dipanen?

Jika dihitung dari telur, bisa lebih dari satu tahun. Jika Anda memulai dari benih ukuran 50–100 gram, pembesaran hingga ukuran konsumsi umumnya 4–6 bulan.

Apakah gurame bisa dicampur dengan ikan lain?

Bisa, asalkan ikan lain tidak agresif dan tidak jauh lebih besar. Namun untuk budidaya komersial, sistem monokultur lebih mudah dikelola.

Artikel Terkait

Referensi

Gambar Gravatar
Tony Yanallbi adalah pendiri dan penulis utama Iwakpedia. Sehari-hari ia membudidayakan ikan nila dengan sistem bioflok di Jawa Tengah, sehingga banyak tulisannya berangkat dari pengalaman langsung di kolam: mengatur kualitas air, pakan, hingga menghitung biaya produksi. Ia juga menekuni pengembangan web dan senang menyederhanakan informasi teknis perikanan agar mudah dipahami pembudidaya pemula maupun pehobi ikan hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *