Ikan molly sering menjadi pilihan setelah seseorang berhasil memelihara guppy. Keduanya masih bersaudara, sama-sama melahirkan anak, dan sama-sama cocok untuk pemula. Bedanya, molly berukuran lebih besar, lebih tenang, dan punya kebiasaan unik: ia rajin “merumput” alga di kaca dan dekorasi akuarium.
Berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui agar molly tumbuh sehat dan warnanya tetap cerah.

Asal-usul Ikan Molly
Molly termasuk genus Poecilia dalam famili Poeciliidae, satu genus dengan guppy. Ada beberapa spesies yang dikenal sebagai molly:
| Spesies | Nama umum | Asal |
|---|---|---|
| Poecilia sphenops | Short-fin molly | Meksiko hingga Amerika Tengah |
| Poecilia latipinna | Sailfin molly | Pesisir tenggara Amerika Serikat dan Meksiko |
| Poecilia velifera | Molly sirip layar Yukatan | Semenanjung Yukatan, Meksiko |
Molly yang dijual di toko ikan hias saat ini umumnya merupakan hasil persilangan beberapa spesies tersebut, sehingga ciri-cirinya bercampur.
Di alam, molly hidup di sungai berarus tenang, rawa, hingga muara dan laguna pesisir. Karena itu molly cukup toleran terhadap air payau, sifat yang jarang dimiliki ikan hias air tawar lainnya.
Jenis-jenis Molly yang Populer
- Black molly: hitam pekat di seluruh tubuh, salah satu jenis paling klasik.
- Dalmatian molly: putih dengan bintik-bintik hitam seperti anjing dalmatian.
- Sailfin molly: jantan memiliki sirip punggung sangat lebar seperti layar yang dikembangkan saat memikat betina.
- Lyretail molly: ekor dengan ujung atas dan bawah memanjang seperti alat musik lira.
- Gold dust dan gold molly: berwarna kuning keemasan, kadang dengan sirip hitam.
- Balloon molly: tubuh pendek membulat. Bentuk ini merupakan hasil seleksi yang mengubah bentuk tulang belakang, sehingga sebagian penghobi menilainya kurang ideal dari sisi kesejahteraan ikan.

Kebutuhan Akuarium
Molly dewasa bisa mencapai panjang sekitar 8–12 cm, tergantung jenisnya. Sailfin molly jantan bahkan bisa lebih besar. Karena itu, siapkan akuarium yang cukup luas:
- Ukuran: minimal sekitar 60 liter untuk kelompok kecil, lebih besar untuk jenis sailfin.
- Filter: molly makan cukup banyak dan menghasilkan kotoran yang cukup banyak pula, jadi gunakan filter yang memadai.
- Tanaman: tanaman rapat dan tanaman apung memberi tempat bersembunyi bagi anakan. Molly juga cocok untuk aquascape bertanaman kuat.
| Parameter | Kisaran ideal |
|---|---|
| Suhu | 24–28 °C |
| pH | 7,5–8,5 |
| Kesadahan | Menyukai air sedang hingga sadah |
| Ganti air | 20–30% seminggu sekali |
Molly kurang menyukai air yang terlalu lunak dan asam. Pada kondisi ini, molly lebih rentan mengalami gangguan yang disebut shimmy, yaitu tubuh bergoyang-goyang di tempat tanpa berenang maju. Menjaga pH tetap stabil dan kualitas air baik biasanya membantu mencegahnya. Sedikit garam ikan (non-yodium) kadang ditambahkan penghobi, tetapi pastikan ikan lain di akuarium yang sama toleran terhadap garam.
Pakan
Molly adalah omnivora yang cenderung menyukai tumbuhan. Selain pelet atau flake, molly perlu asupan nabati:
- Flake berbahan spirulina atau sayuran.
- Sayuran rebus seperti bayam atau zucchini yang dipotong kecil.
- Alga yang tumbuh alami di akuarium.
- Pakan hidup atau beku seperti kutu air dan jentik sebagai variasi.
Beri makan 2 kali sehari dalam porsi yang habis dalam 2–3 menit.
Membedakan Jantan dan Betina
| Ciri | Jantan | Betina |
|---|---|---|
| Sirip dubur | Berubah menjadi gonopodium, runcing seperti tongkat | Berbentuk kipas atau segitiga |
| Ukuran tubuh | Umumnya lebih ramping | Lebih besar dan gemuk |
| Sirip punggung (sailfin) | Sangat lebar dan mencolok | Lebih kecil |
Pelihara dengan perbandingan sekitar 1 jantan untuk 2–3 betina, agar betina tidak terus dikejar dan stres.
Cara Membiakkan Molly

Seperti guppy, molly termasuk ikan livebearer. Telur berkembang di dalam tubuh betina, lalu betina melahirkan anak yang sudah bisa berenang. Masa bunting umumnya sekitar satu hingga dua bulan, tergantung suhu dan kondisi betina. Sekali melahirkan, betina dewasa bisa menghasilkan puluhan anak.
- Kenali betina bunting: perut membesar dan bercak gelap di dekat sirip dubur semakin jelas.
- Siapkan tempat aman: akuarium terpisah atau breeding box, atau akuarium utama dengan tanaman sangat rapat.
- Pisahkan induk setelah melahirkan, karena molly dewasa bisa memakan anaknya sendiri.
- Beri pakan anakan berupa pakan bubuk halus, artemia baru menetas, atau kutu air kecil, 3–4 kali sehari.
Anakan molly tumbuh cukup cepat dan biasanya lebih besar saat lahir dibanding anakan guppy, sehingga lebih mudah dirawat.
Teman Satu Akuarium yang Cocok
Molly umumnya damai dan bisa dicampur dengan platy, guppy, swordtail, corydoras, dan tetra yang tidak terlalu kecil. Hindari ikan yang suka menggigit sirip. Jantan molly kadang saling kejar untuk menunjukkan dominasi, jadi sediakan ruang dan tempat bersembunyi yang cukup.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama umur ikan molly?
Umumnya sekitar 3–5 tahun dengan perawatan yang baik.
Apakah molly bisa hidup di air laut?
Beberapa jenis molly bisa diadaptasi secara sangat bertahap ke air payau hingga air laut. Namun untuk akuarium air tawar biasa, molly tetap bisa hidup sehat asalkan airnya tidak terlalu asam.
Mengapa molly saya bergoyang di tempat?
Itu gejala shimmy, biasanya dipicu kualitas air buruk, suhu terlalu rendah, atau air terlalu lunak dan asam. Periksa parameter air terlebih dahulu.
Artikel Terkait
- Ikan guppy: jenis, perawatan, dan cara membiakkannya
- Aquascape untuk pemula
- Amonia di kolam dan akuarium: tanda bahaya dan cara menurunkannya
Referensi
- FishBase: Poecilia sphenops, molly
- FishBase: Poecilia latipinna, sailfin molly
