Ikan neon tetra dengan garis biru menyala dan merah di tubuh bagian bawah
Foto: André Karwath aka Aka / <a href="https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Paracheirodon_innesi_(aka).jpg" target="_blank" rel="noopener nofollow">Wikimedia Commons</a> (CC BY-SA 2.5)

Ikan Neon Tetra: Asal-usul, Cara Merawat, dan Perbedaannya dengan Cardinal Tetra

Diposting pada

Sekelompok neon tetra yang berenang serempak di antara tanaman hijau adalah pemandangan klasik di dunia akuarium. Garis biru menyala di tubuhnya seolah memantulkan cahaya, sementara bagian bawah tubuhnya berwarna merah terang.

Walau ukurannya kecil dan harganya terjangkau, neon tetra bukan ikan yang bisa dimasukkan sembarangan ke akuarium baru. Berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui.

Ikan neon tetra dengan garis biru menyala dan merah di tubuh bagian bawah
Foto: André Karwath aka Aka / Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.5)

Asal-usul Neon Tetra

Neon tetra (Paracheirodon innesi) berasal dari anak-anak sungai di hulu lembah Amazon, meliputi wilayah Peru, Kolombia, dan Brasil. Habitat aslinya berupa sungai kecil yang teduh di bawah kanopi hutan, dengan air yang lunak, cenderung asam, dan sering berwarna kecokelatan karena tanin dari daun yang membusuk.

Warna biru neon ikan ini diduga membantu anggota kelompok saling mengenali di air yang gelap. Saat ini, sebagian besar neon tetra di pasaran merupakan hasil penangkaran, terutama dari peternakan ikan hias di Asia.

Ordo Characiformes
Famili Characidae
Genus Paracheirodon
Spesies Paracheirodon innesi
Ukuran dewasa ± 3–4 cm

Neon Tetra atau Cardinal Tetra?

Penjual ikan kadang menyamakan keduanya, padahal berbeda spesies. Cara membedakannya cukup mudah:

Ciri Neon tetra Cardinal tetra
Nama ilmiah Paracheirodon innesi Paracheirodon axelrodi
Garis merah Hanya di separuh belakang tubuh bagian bawah Memanjang dari kepala hingga ekor di bagian bawah tubuh
Ukuran Sedikit lebih kecil Sedikit lebih besar
Suhu yang disukai Lebih toleran terhadap suhu sedikit lebih rendah Menyukai air lebih hangat

Menyiapkan Akuarium

  • Akuarium yang sudah matang. Neon tetra sensitif terhadap amonia dan perubahan air mendadak. Masukkan neon ke akuarium yang sudah menjalani siklus nitrogen minimal beberapa minggu. Penjelasannya ada di artikel amonia dan siklus nitrogen.
  • Ukuran akuarium. Akuarium sekitar 40–60 liter cukup untuk satu kelompok kecil. Akuarium yang lebih besar lebih stabil.
  • Tanaman dan tempat teduh. Tanaman rapat, kayu, dan tanaman apung meniru habitat aslinya dan membuat neon lebih tenang. Neon tetra sangat cocok untuk aquascape.
  • Substrat gelap dan cahaya tidak terlalu terang membantu warna neon terlihat lebih kontras.
  • Filter dengan arus lembut.
Parameter Kisaran yang disarankan
Suhu ± 22–26 °C
pH ± 6,0–7,0
Kesadahan Lunak hingga sedang
Ganti air 20–25% seminggu sekali, dengan suhu air pengganti yang setara

Neon tetra hasil penangkaran umumnya sudah beradaptasi dengan air yang tidak terlalu asam. Yang lebih penting daripada mengejar angka pH tertentu adalah menjaga agar kondisi air stabil.

Selalu Pelihara Berkelompok

Neon tetra adalah ikan schooling yang merasa aman ketika berada dalam kelompok. Pelihara minimal 6–10 ekor, lebih banyak lebih baik. Neon yang dipelihara sendirian atau dalam jumlah terlalu sedikit cenderung stres, bersembunyi, dan warnanya memudar.

Kawanan neon tetra berenang bersama di akuarium bertanaman
Foto: Brandy Dopkins / Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.0)

Pakan

Neon tetra adalah omnivora berukuran mulut kecil. Berikan:

  • Flake atau pelet mikro berkualitas sebagai pakan pokok.
  • Pakan beku atau hidup seperti artemia, daphnia, dan cacing darah yang dicincang halus sebagai selingan.

Beri makan 1–2 kali sehari dalam porsi kecil yang habis dalam 2 menit.

Teman Satu Akuarium

Cocok: rasbora, corydoras, udang hias kecil, otocinclus, guppy, dan tetra kecil lain yang damai.

Hindari: ikan yang cukup besar untuk memangsa neon, seperti manfish dewasa, louhan, atau arwana. Aturan sederhananya: ikan apa pun yang mulutnya muat untuk menelan neon, suatu saat mungkin akan melakukannya.

Penyakit Neon Tetra

Ada penyakit yang namanya diambil dari ikan ini, yaitu neon tetra disease, yang disebabkan parasit mikrosporidia Pleistophora hyphessobryconis. Gejalanya antara lain:

  • Warna tubuh memudar, terutama muncul bercak putih di bawah kulit dekat garis biru.
  • Ikan berenang gelisah, terutama di malam hari, dan memisahkan diri dari kelompok.
  • Tulang belakang tampak bengkok pada tahap lanjut.

Penyakit ini sulit diobati. Pisahkan ikan yang menunjukkan gejala sesegera mungkin untuk mencegah penularan, dan karantina ikan baru sebelum digabungkan. Penyakit lain yang juga sering muncul adalah white spot dan infeksi jamur, terutama setelah perubahan suhu mendadak.

Bisakah Neon Tetra Dibiakkan di Rumah?

Bisa, tetapi tidak semudah ikan livebearer seperti guppy dan molly. Neon tetra bertelur, dan pemijahan biasanya membutuhkan air yang sangat lunak dan asam, wadah pemijahan yang gelap, serta induk yang dikondisikan dengan pakan hidup. Telur dan larvanya sensitif terhadap cahaya. Setelah bertelur, induk perlu dipindahkan karena akan memakan telurnya sendiri. Bagi pemula, memelihara neon dengan baik sudah merupakan tantangan yang menyenangkan sebelum mencoba memijahkannya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama umur neon tetra?

Dengan perawatan yang baik, neon tetra dapat hidup sekitar 5 tahun atau lebih.

Kenapa neon tetra saya mati setelah beberapa hari dibeli?

Penyebab yang paling sering adalah akuarium belum matang (amonia tinggi), perbedaan kualitas air yang terlalu jauh dengan air toko, atau stres saat pengangkutan. Aklimatisasi perlahan dan akuarium yang sudah stabil sangat membantu.

Mengapa warna neon tetra memudar di malam hari?

Itu normal. Warna neon memang cenderung meredup saat istirahat di kondisi gelap dan kembali cerah ketika aktif. Namun jika warna tetap pudar di siang hari, periksa kualitas air dan kemungkinan penyakit.

Referensi

Gambar Gravatar
Tony Yanallbi adalah pendiri dan penulis utama Iwakpedia. Sehari-hari ia membudidayakan ikan nila dengan sistem bioflok di Jawa Tengah, sehingga banyak tulisannya berangkat dari pengalaman langsung di kolam: mengatur kualitas air, pakan, hingga menghitung biaya produksi. Ia juga menekuni pengembangan web dan senang menyederhanakan informasi teknis perikanan agar mudah dipahami pembudidaya pemula maupun pehobi ikan hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *