Kolam terpal sederhana untuk pembesaran ikan nila di pekarangan rumah
Foto: Ursus sapien / <a href="https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Back-yard_summer_tilapia_pond.jpg" target="_blank" rel="noopener nofollow">Wikimedia Commons</a> (CC BY-SA 3.0)

Cara Membuat Kolam Terpal Bulat untuk Budidaya Ikan: Bahan, Ukuran, dan Langkah Pemasangan

Diposting pada

Kolam terpal bulat menjadi pilihan banyak pembudidaya rumahan karena bisa dipasang di pekarangan sempit, tidak perlu menggali tanah, dan mudah dibongkar atau dipindahkan. Bentuk bulat juga membuat air berputar lebih merata sehingga kotoran terkumpul di tengah dan mudah dibuang.

Panduan ini membahas cara membuat kolam terpal bulat berangka besi wiremesh, dari menghitung ukuran sampai kolam siap diisi ikan.

Skema penampang kolam terpal bulat dengan rangka wiremesh, aerasi, dan saluran buang di tengah dasar
Ilustrasi: Iwakpedia

Kenapa Bulat, Bukan Kotak?

  • Tekanan air merata di seluruh dinding sehingga rangka tidak mudah melengkung di satu sisi.
  • Tidak ada sudut mati tempat kotoran mengendap.
  • Kotoran terkumpul di tengah jika air diputar oleh aerasi, sehingga mudah dibuang melalui saluran di dasar.
  • Cocok untuk sistem bioflok yang membutuhkan air terus teraduk.

Menentukan Ukuran Kolam

Volume kolam bulat dihitung dengan rumus: Volume = 3,14 × jari-jari × jari-jari × tinggi air. Berikut perhitungan untuk ukuran yang umum dipakai:

Diameter Keliling (panjang wiremesh minimal) Volume air 80 cm Volume air 100 cm
2 m ± 6,3 m ± 2,5 m³ ± 3,1 m³
2,5 m ± 7,9 m ± 3,9 m³ ± 4,9 m³
3 m ± 9,4 m ± 5,7 m³ ± 7,1 m³
4 m ± 12,6 m ± 10,1 m³ ± 12,6 m³

Tambahkan sekitar 20 cm pada panjang wiremesh untuk sambungan. Untuk pemula, diameter 2–3 meter adalah ukuran yang paling mudah dikelola.

Menghitung Ukuran Terpal

Terpal harus cukup untuk menutup dasar, naik ke dinding, lalu dilipat melewati bibir rangka. Rumus kasarnya:

Sisi terpal = diameter + (2 × tinggi rangka) + ± 40 cm untuk lipatan.

Contoh: kolam diameter 2 m dengan tinggi rangka 1,2 m membutuhkan terpal sekitar 2 + 2,4 + 0,4 = 4,8 m, sehingga ukuran 5 × 5 m sudah cukup. Untuk diameter 3 m, dibutuhkan sekitar 6 × 6 m.

Daftar Bahan dan Alat

  • Besi wiremesh sebagai rangka dinding, dipotong sepanjang keliling kolam ditambah sambungan.
  • Terpal khusus kolam yang tebal dan tahan sinar matahari. Hindari terpal tipis yang biasa dipakai untuk penutup barang karena mudah bocor.
  • Pipa PVC diameter 2–3 inci, sambungan L (knee), dan sock drat untuk saluran buang di tengah dasar.
  • Kawat bendrat atau klem untuk mengikat sambungan wiremesh.
  • Karung bekas, banner bekas, atau spons untuk melapisi rangka agar terpal tidak tergesek besi.
  • Pasir atau sekam untuk alas dasar kolam.
  • Tang, gergaji besi, dan meteran.

Langkah Pembuatan

Siapkan lokasi

Pilih lahan yang rata dan padat, tidak tergenang saat hujan, dan dekat dengan sumber air serta listrik. Bersihkan batu, akar, atau benda tajam yang bisa melubangi terpal. Sebaiknya lokasi terlindung dari terik matahari langsung sepanjang hari, atau siapkan atap dan paranet.

Pasang saluran buang di tengah

Tandai titik tengah kolam, lalu gali parit kecil dari titik tengah ke arah luar lingkaran. Tanam pipa PVC dari titik tengah dasar kolam, keluar melewati bawah dinding, lalu naik tegak di luar kolam. Pipa tegak di luar ini berfungsi sebagai pengatur tinggi air: ketinggian ujung pipa sama dengan tinggi air di dalam kolam, dan untuk membuang air kotor dari dasar, pipa cukup direbahkan atau dicabut.

Buat alas dasar yang miring

Hamparkan pasir atau sekam, lalu bentuk dasar sedikit miring ke arah titik tengah, sekitar 5–10 cm lebih rendah di tengah. Kemiringan ini membuat kotoran mengalir ke saluran buang.

Pasang rangka wiremesh

Lengkungkan wiremesh membentuk lingkaran sesuai diameter, lalu ikat sambungannya dengan kawat bendrat atau klem sekuat mungkin. Sambungan yang lemah bisa terbuka ketika kolam penuh air. Pastikan rangka berdiri tegak dan bentuknya benar-benar bulat.

Lapisi rangka

Bungkus sisi dalam dan bibir atas rangka dengan karung atau banner bekas. Lapisan ini melindungi terpal dari gesekan dan ujung besi yang tajam, yang sering menjadi penyebab kebocoran.

Pasang terpal

Bentangkan terpal di dalam rangka dengan titik tengah terpal tepat di atas saluran buang. Rapikan lipatan terpal di dinding agar tidak ada kantong udara besar. Lipat kelebihan terpal melewati bibir rangka lalu jepit atau ikat.

Lubangi terpal untuk saluran buang

Buat lubang kecil tepat di atas pipa saluran, lalu pasang sock drat dengan karet atau seal di kedua sisi terpal. Kencangkan secukupnya agar tidak bocor tetapi terpal tidak robek. Pasang saringan di atas lubang agar ikan tidak ikut terbuang.

Uji dan netralkan terpal baru

Isi air setinggi 30–50 cm lalu periksa kebocoran di sekitar saluran buang dan sambungan. Terpal baru sering berbau bahan kimia. Rendam kolam dengan air selama beberapa hari, buang airnya, lalu ulangi bila perlu. Sebagian pembudidaya menambahkan daun pepaya atau batang pisang saat perendaman untuk membantu menghilangkan bau, lalu membilasnya sampai bersih.

Deretan kolam bulat budidaya ikan sistem bioflok dengan aerasi
Foto: M Joko Apriyo Putro / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Setelah Kolam Siap

  1. Isi air bersih dan endapkan beberapa hari.
  2. Siapkan air sesuai sistem yang dipakai. Untuk sistem konvensional, tumbuhkan mikroorganisme dengan probiotik. Untuk bioflok, ikuti langkah pembentukan flok.
  3. Pasang aerasi jika padat tebar sedang hingga tinggi.
  4. Tebar benih setelah air stabil. Panduan pemeliharaan bisa dibaca di artikel budidaya lele dan budidaya nila.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Kesalahan Akibat
Sambungan wiremesh diikat seadanya Rangka terbuka saat kolam penuh dan air tumpah
Tidak melapisi rangka Terpal cepat bocor karena tergesek besi
Dasar tidak dibuat miring Kotoran menumpuk di dasar dan sulit dibuang
Langsung menebar ikan di terpal baru Ikan stres atau mati karena bau dan zat dari terpal
Kolam di bawah terik tanpa peneduh Suhu air naik tinggi di siang hari dan ikan stres

Perawatan Kolam Terpal

  • Buang air dasar secara rutin melalui pipa saluran untuk mengeluarkan kotoran.
  • Setelah panen, keringkan dan bersihkan terpal, lalu periksa apakah ada lubang kecil.
  • Tambal lubang kecil dengan lem dan potongan terpal khusus.
  • Periksa karat pada wiremesh dan kencangkan kembali ikatan yang mulai kendur.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama kolam terpal bisa bertahan?

Tergantung kualitas terpal, paparan matahari, dan perawatan. Terpal yang terlindung dari terik langsung dan tidak tergesek rangka bisa dipakai beberapa tahun.

Apakah kolam terpal bulat harus memakai aerator?

Untuk lele dengan padat tebar rendah, aerator tidak selalu wajib. Untuk nila, padat tebar tinggi, atau sistem bioflok, aerasi sangat dianjurkan.

Berapa banyak ikan untuk kolam diameter 2 meter?

Tergantung jenis ikan dan sistemnya. Sebagai gambaran, pembudidaya lele pemula sering memulai dengan sekitar 1.000 ekor untuk kolam ukuran ini. Simulasi biayanya bisa dilihat di analisa usaha lele kolam terpal.

Gambar Gravatar
Tony Yanallbi adalah pendiri dan penulis utama Iwakpedia. Sehari-hari ia membudidayakan ikan nila dengan sistem bioflok di Jawa Tengah, sehingga banyak tulisannya berangkat dari pengalaman langsung di kolam: mengatur kualitas air, pakan, hingga menghitung biaya produksi. Ia juga menekuni pengembangan web dan senang menyederhanakan informasi teknis perikanan agar mudah dipahami pembudidaya pemula maupun pehobi ikan hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *