Ikan Kerapu

Ikan Kerapu: Si Ikan Karang yang Berganti Kelamin, Jenis Bernilai Ekspor, dan Budidayanya di Keramba Laut

Diposting pada

Di restoran seafood kelas atas, kerapu sering dijual dalam kondisi hidup dan dipilih langsung oleh pelanggan dari akuarium. Harga kerapu hidup bisa berkali-kali lipat dibanding ikan laut konsumsi lain. Pasar ekspornya pun besar, terutama ke Hong Kong dan Tiongkok daratan.

Indonesia, dengan garis pantai dan terumbu karang yang luas, termasuk negara penting dalam produksi kerapu. Artikel ini membahas biologi kerapu yang unik, jenis-jenis yang dibudidayakan, dan gambaran budidayanya di keramba jaring apung.

Kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) di terumbu karang
Foto: RuchaKarkarey / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Mengenal Kerapu

Kerapu adalah sebutan untuk berbagai ikan dari subfamili Epinephelinae dalam famili Serranidae. Ikan ini hidup di sekitar terumbu karang, batu karang, dan perairan pantai tropis. Tubuhnya kekar, mulutnya lebar, dan sebagian besar jenisnya memiliki pola bintik atau belang yang membantu menyamar di antara karang.

Kerapu adalah predator penyergap. Ikan ini biasanya diam bersembunyi di celah karang, lalu menyambar ikan kecil, udang, atau cumi yang lewat dengan sekali hisapan mulutnya yang besar.

Kelas Actinopterygii
Ordo Perciformes
Famili Serranidae
Subfamili Epinephelinae
Genus utama Epinephelus, Cromileptes, Plectropomus

Berganti Kelamin dari Betina Menjadi Jantan

Keunikan kerapu yang paling sering dibahas adalah sifat hermafrodit protogini. Kerapu umumnya matang kelamin pertama kali sebagai betina. Setelah mencapai ukuran dan umur tertentu, sebagian betina berubah menjadi jantan.

Sifat ini berdampak besar pada perikanan dan budidaya:

  • Di alam, penangkapan kerapu berukuran besar berarti menghilangkan sebagian besar jantan dari populasi. Akibatnya, reproduksi bisa terganggu meski betina masih banyak.
  • Di pembenihan, ketersediaan induk jantan menjadi tantangan. Balai pembenihan sering harus memelihara induk dalam waktu lama atau memakai teknik khusus untuk mendapatkan jantan.

Jenis Kerapu yang Dibudidayakan di Indonesia

Nama lokal Nama ilmiah Catatan
Kerapu macan Epinephelus fuscoguttatus Pertumbuhan relatif cepat, paling banyak dibudidayakan
Kerapu tikus (kerapu bebek) Cromileptes altivelis Harga sangat tinggi, tetapi tumbuh lambat
Kerapu lumpur (kerapu balong) Epinephelus coioides Toleran terhadap salinitas lebih rendah, bisa di tambak
Kerapu kertang Epinephelus lanceolatus Bisa tumbuh sangat besar, sering dipakai sebagai induk jantan hibrida
Kerapu cantang Hibrida kerapu macan betina × kerapu kertang jantan Tumbuh cepat dan cukup tahan penyakit
Kerapu tikus (Cromileptes altivelis) dewasa dengan bintik hitam di tubuh
Foto: Arpingstone / Wikimedia Commons (Public domain)

Kerapu tikus mudah dikenali dari kepalanya yang kecil dan meruncing dengan punggung yang tinggi, sehingga profilnya mirip bebek. Anakan kerapu tikus berwarna putih dengan bintik hitam besar, dan pola ini membuatnya juga populer sebagai ikan hias laut.

Kerapu tikus juvenil berwarna putih dengan bintik hitam besar
Foto: Vincent Kruger / Wikimedia Commons (CC0)

Di alam, sejumlah jenis kerapu mengalami tekanan penangkapan. Kerapu tikus, misalnya, tercatat berstatus rentan dalam Daftar Merah IUCN. Budidaya menjadi salah satu cara memenuhi permintaan pasar tanpa terus bergantung pada tangkapan alam.

Lokasi Budidaya: Syarat Paling Menentukan

Sebagian besar kerapu dibesarkan di keramba jaring apung (KJA) di laut. Pemilihan lokasi sangat menentukan keberhasilan:

  • Terlindung dari gelombang besar dan angin kencang, misalnya di teluk.
  • Kedalaman cukup sehingga dasar jaring tidak menyentuh dasar laut.
  • Arus sedang, cukup untuk mengganti air dan membawa oksigen, tetapi tidak merusak jaring.
  • Jauh dari muara sungai besar yang membawa air tawar, lumpur, dan limbah.
Parameter Kisaran yang umum dianjurkan
Salinitas Sekitar 28–33 ppt
Suhu 27–31 °C
Oksigen terlarut > 5 mg/L
pH 7,8–8,3

Kerapu lumpur termasuk pengecualian karena lebih toleran terhadap salinitas rendah, sehingga dapat dibesarkan di tambak air payau.

Tahapan Budidaya Kerapu

Benih dari hatchery

Benih kerapu umumnya berasal dari pembenihan (hatchery), baik milik pemerintah maupun swasta. Beberapa balai perikanan budidaya laut di Lampung, Situbondo, dan Bali dikenal sebagai pusat pengembangan teknologi pembenihan kerapu. Benih berukuran sekitar 7–10 cm biasanya dipakai untuk memulai pembesaran di KJA.

Aklimatisasi dan penebaran

Benih yang dikirim dalam kantong beroksigen perlu diadaptasikan pelan-pelan dengan suhu dan salinitas air keramba. Tebar benih pagi atau sore hari. Pada awal pemeliharaan, benih ditempatkan di jaring bermata kecil, lalu dipindah ke jaring bermata lebih besar seiring pertumbuhan.

Pemberian pakan

Kerapu bisa diberi ikan rucah segar maupun pelet khusus ikan laut berprotein tinggi. Ikan rucah mudah didapat di sekitar lokasi, tetapi kualitasnya tidak stabil, berisiko membawa penyakit, dan jumlah yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kg daging kerapu jauh lebih banyak. Pelet lebih mudah disimpan dan dikontrol, sehingga semakin banyak dipakai pada budidaya modern.

Grading dan perawatan jaring

Kerapu juga bisa kanibal, terutama saat ukuran tidak seragam. Lakukan sortir berkala. Jaring perlu dibersihkan atau diganti secara rutin karena lumut dan teritip yang menempel akan menghambat pergantian air.

Panen

Kerapu biasanya dipanen pada ukuran sekitar 500 gram hingga 1 kg per ekor, sesuai permintaan pasar. Kerapu macan dan cantang umumnya mencapai ukuran ini dalam sekitar 7–10 bulan, sedangkan kerapu tikus membutuhkan waktu lebih lama. Untuk pasar ikan hidup, penanganan saat panen dan pengangkutan harus sangat hati-hati agar ikan tidak stres dan tetap sehat sampai tujuan.

Penyakit Utama pada Kerapu

Penyakit Penyebab Gejala umum
VNN (Viral Nervous Necrosis) Virus Berenang berputar tidak seimbang, kematian tinggi pada benih
Iridovirus Virus Ikan lemas, warna tubuh menggelap, kematian cukup tinggi
Parasit kulit (misalnya Benedenia) Cacing parasit Ikan menggosokkan tubuh, mata keruh, luka di kulit
Vibriosis Bakteri Vibrio Luka borok dan sirip rusak

Pencegahan dilakukan dengan memilih benih dari hatchery yang menguji bebas penyakit, tidak menebar terlalu padat, dan menjaga kebersihan jaring. Perendaman ikan dalam air tawar selama beberapa menit sering dipakai pembudidaya untuk mengurangi parasit kulit, tetapi durasinya harus diperhatikan agar tidak membahayakan ikan.

Peluang dan Tantangan Usaha

Keunggulan kerapu jelas: harga jual tinggi dan pasar ekspor tersedia. Namun calon pembudidaya perlu memperhitungkan beberapa hal:

  • Modal awal untuk keramba, jaring, benih, dan pakan cukup besar.
  • Masa pemeliharaan panjang sehingga perputaran modal lambat.
  • Harga dipengaruhi permintaan ekspor yang bisa berubah.
  • Risiko penyakit virus yang bisa menyebabkan kerugian besar dalam waktu singkat.

Bagi pemula, bekerja sama dengan kelompok pembudidaya atau belajar langsung di sentra budidaya kerapu adalah cara yang baik untuk memahami risiko sebelum berinvestasi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah kerapu bisa dibudidayakan di air tawar?

Tidak. Kerapu adalah ikan laut. Kerapu lumpur memang toleran terhadap salinitas yang lebih rendah, tetapi tetap membutuhkan air payau atau air laut.

Mengapa kerapu hidup lebih mahal?

Karena pasar tertentu, terutama restoran di Asia Timur, menghargai ikan yang dimasak dalam kondisi segar dari akuarium. Menjaga ikan tetap hidup selama pengangkutan juga membutuhkan biaya tambahan.

Berapa lama kerapu bisa dipanen?

Untuk kerapu macan dan cantang, umumnya 7–10 bulan dari benih ukuran 7–10 cm. Kerapu tikus lebih lama.

Baca Juga

Referensi

Gambar Gravatar
Tony Yanallbi adalah pendiri dan penulis utama Iwakpedia. Sehari-hari ia membudidayakan ikan nila dengan sistem bioflok di Jawa Tengah, sehingga banyak tulisannya berangkat dari pengalaman langsung di kolam: mengatur kualitas air, pakan, hingga menghitung biaya produksi. Ia juga menekuni pengembangan web dan senang menyederhanakan informasi teknis perikanan agar mudah dipahami pembudidaya pemula maupun pehobi ikan hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *