Ikan Cupang: Panduan Lengkap Merawat, Jenis, dan Tips Budidaya

Ikan Cupang: Cara Merawat, Mengenal Jenis Ekornya, dan Langkah Memijahkannya di Rumah

Diposting pada

Cupang adalah ikan kecil dengan kepribadian besar. Jantannya akan mengembangkan sirip dan insang ketika melihat jantan lain, bahkan ketika melihat bayangannya sendiri di kaca. Warnanya pun sangat beragam, dari merah menyala sampai biru metalik. Tidak heran cupang menjadi salah satu ikan hias paling populer di Indonesia.

Walau bisa hidup di wadah kecil, cupang akan jauh lebih sehat, aktif, dan berwarna cerah jika kebutuhan dasarnya terpenuhi.

Ikan cupang jantan dengan sirip lebar berwarna biru dan merah
Foto: ivabalk https://pixabay.com/pt/users/ivabalk-782511/ / Wikimedia Commons (CC0)

Asal-usul Cupang

Cupang hias yang kita kenal sekarang adalah Betta splendens, yang habitat aslinya berada di sawah, rawa, dan parit berair tenang di kawasan Thailand, Kamboja, Laos, dan Vietnam. Ratusan tahun lalu, masyarakat Thailand memelihara dan mengadu cupang, lalu menyilangkan ikan-ikan terbaik. Seleksi inilah yang melahirkan cupang hias bersirip panjang dan berwarna mencolok.

Indonesia sendiri punya banyak spesies Betta liar, misalnya Betta picta di Jawa dan Betta channoides di Kalimantan. Spesies-spesies liar ini umumnya berukuran kecil dan warnanya lebih kalem, tetapi banyak diburu penghobi ikan liar.

Bisa Bernapas di Permukaan Air

Seperti gurame, cupang memiliki organ labirin untuk mengambil oksigen langsung dari udara. Karena itu cupang sanggup hidup di air yang minim oksigen. Namun kemampuan ini sering disalahartikan sebagai alasan untuk memelihara cupang di gelas kecil yang jarang diganti airnya. Oksigen memang bukan masalah, tetapi amonia dari kotoran tetap bisa meracuni ikan.

Jenis-jenis Cupang Berdasarkan Bentuk Ekor

Jenis Ciri utama
Halfmoon Sirip ekor terbuka membentuk setengah lingkaran (180 derajat)
Plakat Sirip pendek dan kokoh, lincah, mirip cupang aduan
Crowntail (serit) Jari-jari sirip memanjang melebihi selaput sehingga tampak seperti mahkota berduri. Jenis ini dikembangkan oleh penghobi di Indonesia
Double tail Sirip ekor terbelah dua
Veiltail Ekor panjang menjuntai ke bawah, bentuk paling umum di pasaran
Giant Ukuran tubuh jauh lebih besar dari cupang biasa

Selain bentuk ekor, cupang juga dibedakan berdasarkan pola warna, misalnya koi, nemo, avatar, solid, dan marble, yaitu pola yang bisa berubah seiring umur.

Cara Merawat Cupang dengan Benar

Wadah

Cupang memang bisa bertahan di wadah kecil, tetapi wadah minimal sekitar 3–5 liter jauh lebih stabil. Semakin besar volume air, semakin lambat amonia menumpuk dan semakin stabil suhunya. Jika memakai akuarium kecil dengan filter, pilih filter dengan arus lembut karena cupang bersirip panjang kesulitan berenang di arus kuat.

Beri tutup berlubang karena cupang bisa melompat. Jarak antara permukaan air dan tutup juga penting agar cupang bisa mengambil udara.

Suhu dan air

Parameter Kisaran
Suhu 26–30 °C
pH 6,5–7,5
Ganti air Wadah kecil tanpa filter: sebagian air 2–3 kali seminggu. Akuarium berfilter: 20–30% seminggu sekali

Banyak penghobi menambahkan daun ketapang kering ke dalam air. Daun ini melepaskan tanin yang membuat air kecokelatan seperti habitat aslinya di rawa, sedikit menurunkan pH, dan dipercaya membantu ikan lebih tenang.

Pakan

Cupang adalah pemakan hewan kecil (karnivora). Pelet khusus cupang bisa menjadi pakan pokok, diselingi cacing darah (bloodworm), kutu air, atau jentik. Beri makan 1–2 kali sehari dalam porsi kecil, sekitar 2–4 butir pelet. Perut cupang hanya sebesar matanya, jadi pemberian pakan berlebihan mudah memicu kembung dan air kotor.

Jangan satukan jantan

Cupang jantan akan bertarung sampai salah satunya terluka parah. Pisahkan setiap jantan di wadah masing-masing. Betina bisa dipelihara berkelompok di akuarium yang cukup luas, tetapi tetap perlu diawasi karena kadang ada yang agresif.

Membedakan Cupang Jantan dan Betina

  • Jantan: sirip lebih panjang dan lebar, warna lebih cerah, sering membentangkan sirip dan membuat sarang busa di permukaan air.
  • Betina: sirip lebih pendek, tubuh lebih gemuk, dan pada betina dewasa terlihat bintik putih kecil (ovipositor) di bawah perut dekat sirip perut.

Langkah Memijahkan Cupang

Ikan cupang jantan di dekat sarang busa yang dibuatnya
Foto: ErgoSum88 / Wikimedia Commons (Public domain)
  1. Pilih induk yang sehat dan cukup umur, sekitar 4 bulan atau lebih. Jantan yang aktif membuat sarang busa biasanya sudah siap.
  2. Siapkan wadah pemijahan berisi air setinggi 10–15 cm dengan daun ketapang dan tanaman atau potongan styrofoam sebagai tempat jantan membangun sarang busa.
  3. Kenalkan kedua induk dengan menaruh betina di wadah terpisah (misalnya gelas bening) di dalam wadah jantan selama 1–2 hari agar keduanya bisa saling melihat.
  4. Satukan betina ke wadah jantan setelah sarang busa terbentuk. Pemijahan ditandai jantan “memeluk” betina di bawah sarang, lalu telur-telur dipunguti jantan dan ditempatkan di sarang.
  5. Angkat betina segera setelah pemijahan selesai, karena jantan akan menjadi agresif menjaga sarang.
  6. Biarkan jantan menjaga telur. Telur biasanya menetas dalam 1–2 hari. Setelah larva bisa berenang bebas, sekitar 3 hari kemudian, pindahkan jantan.
  7. Pakan burayak: mulai dengan infusoria atau pakan larva halus, lalu naikkan ke artemia yang baru menetas atau kutu air setelah sekitar satu minggu.

Burayak cupang yang mulai besar perlu dipisahkan, terutama jantan, sebelum mereka mulai saling bertarung.

Penyakit yang Umum pada Cupang

Penyakit Gejala Pencegahan
Sirip geripis (fin rot) Tepi sirip menghitam, rusak, atau memendek Air bersih dan rutin diganti
Velvet Tubuh seperti berlapis debu keemasan, ikan lesu Karantina ikan baru, jaga suhu stabil
White spot Bintik putih seperti butiran garam Hindari perubahan suhu mendadak
Dropsy Perut membengkak dan sisik berdiri seperti buah pinus Kualitas air dan pakan yang tidak berlebihan

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kenapa cupang jantan membuat busa di permukaan?

Itu sarang busa, tanda cupang jantan sehat dan secara naluriah siap berkembang biak. Busa ini akan menjadi tempat menyimpan telur.

Berapa lama umur cupang?

Umumnya 2–4 tahun, tergantung perawatan dan kualitas genetik.

Bolehkah cupang dicampur ikan lain?

Bisa dengan ikan kecil yang tenang dan tidak suka menggigit sirip, di akuarium yang cukup besar. Hindari ikan yang berwarna mencolok dan bersirip panjang karena bisa dianggap saingan.

Artikel Terkait

Referensi

Gambar Gravatar
Tony Yanallbi adalah pendiri dan penulis utama Iwakpedia. Sehari-hari ia membudidayakan ikan nila dengan sistem bioflok di Jawa Tengah, sehingga banyak tulisannya berangkat dari pengalaman langsung di kolam: mengatur kualitas air, pakan, hingga menghitung biaya produksi. Ia juga menekuni pengembangan web dan senang menyederhanakan informasi teknis perikanan agar mudah dipahami pembudidaya pemula maupun pehobi ikan hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *