Ikan Arwana
Ikan Arwana

Ikan Arwana Asia: Jenis, Status Perlindungan, dan Cara Merawatnya di Akuarium

Diposting pada

Arwana punya tempat khusus di dunia ikan hias. Tubuhnya panjang, sisiknya besar dan berkilau, dan geraknya anggun seperti naga yang melayang. Tidak heran jika sebagian penghobi, terutama dalam tradisi Tionghoa, mengaitkan arwana dengan kemakmuran dan keberuntungan.

Namun sebelum membeli, ada hal penting yang sering terlewat: arwana Asia adalah satwa dilindungi. Artikel ini membahas jenis-jenis arwana, aturan yang perlu dipahami, dan cara merawatnya dengan benar.

Ikan arwana Asia (Scleropages formosus) dengan sisik besar mengilap
Foto: Photo taken by Fanghong / Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Mengenal Arwana Asia

Arwana Asia memiliki nama ilmiah Scleropages formosus dan termasuk famili Osteoglossidae, kelompok ikan purba yang sering disebut “ikan lidah tulang” karena memiliki tulang bergigi di dasar mulutnya. Di alam, arwana hidup di sungai berarus tenang, danau, dan rawa di Asia Tenggara, termasuk Kalimantan dan Sumatra.

Kelas Actinopterygii
Ordo Osteoglossiformes
Famili Osteoglossidae
Genus Scleropages
Spesies Scleropages formosus

Ciri khas arwana antara lain sepasang sungut di ujung rahang bawah, mulut yang menghadap ke atas, serta sirip punggung dan sirip dubur yang terletak jauh di belakang tubuh. Bentuk ini membuat arwana sangat efektif menyambar mangsa di permukaan air, termasuk serangga yang hinggap di ranting.

Jenis-jenis Arwana yang Dikenal Penghobi

Jenis Asal atau ciri
Super Red Berasal dari Kalimantan Barat, warna merah pekat pada sisik dan sirip saat dewasa
Golden Red (Red Tail Golden) Berasal dari Sumatra, sisik keemasan dengan ekor kemerahan
Cross Back Golden Kilau emas yang menyeberang hingga ke punggung
Green Warna kehijauan atau keperakan, harganya relatif lebih terjangkau

Selain arwana Asia, di pasaran juga dijumpai arwana jenis lain seperti arwana Papua atau jardini (Scleropages jardinii) dan arwana perak dari Amerika Selatan (Osteoglossum bicirrhosum). Keduanya berbeda spesies dan memiliki aturan perdagangan yang berbeda pula.

Status Perlindungan: Wajib Dipahami Sebelum Membeli

Populasi arwana Asia di alam menurun akibat penangkapan berlebihan dan kerusakan habitat. Karena itu:

  • Arwana Asia masuk dalam Appendix I CITES, daftar satwa yang perdagangan internasionalnya sangat dibatasi.
  • Di Indonesia, Scleropages formosus termasuk jenis satwa yang dilindungi.
  • Arwana yang boleh diperdagangkan adalah hasil penangkaran resmi yang terdaftar. Ikan seperti ini biasanya disertai sertifikat dan microchip sebagai identitas.

Membeli arwana tangkapan alam atau tanpa dokumen yang jelas bukan hanya berisiko secara hukum, tetapi juga ikut mendorong perburuan di habitat aslinya. Saat membeli, mintalah sertifikat asal-usul dan pastikan penjualnya bekerja sama dengan penangkar resmi. Aturan bisa berubah, jadi sebaiknya cek juga ketentuan terbaru dari instansi berwenang.

Akuarium untuk Arwana

Arwana dewasa bisa mencapai panjang 60–90 cm. Akuarium yang sempit membuat ikan sulit berbalik, mudah stres, dan tumbuh tidak proporsional. Hal yang perlu disiapkan:

  • Ukuran akuarium: untuk arwana dewasa, panjang akuarium idealnya minimal sekitar 150–180 cm dengan lebar yang cukup untuk ikan berbalik dengan leluasa.
  • Tutup rapat: arwana adalah pelompat ulung. Banyak arwana mati karena melompat keluar dari akuarium tanpa tutup.
  • Filter kuat: kombinasi filter mekanis dan biologis dengan kapasitas besar.
  • Penempatan: letakkan di area yang tidak terlalu ramai lalu lintas orang agar ikan tidak mudah kaget.
Arwana Asia berenang di akuarium besar
Foto: Karelj / Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Kualitas Air

Parameter Kisaran yang disarankan
Suhu 26–30 °C
pH 6,5–7,5
Penggantian air Sekitar 20–30% setiap minggu dengan air bebas kaporit

Arwana cukup sensitif terhadap perubahan air yang mendadak. Gunakan heater yang stabil dan jangan mengganti air dalam jumlah besar sekaligus.

Pakan Arwana

Di alam, arwana memakan serangga, udang, ikan kecil, dan hewan lain yang berada di dekat permukaan. Di akuarium, pakan yang umum diberikan antara lain:

  • Pelet khusus arwana sebagai pakan pokok yang nutrisinya seimbang.
  • Udang, jangkrik, atau kelabang sebagai variasi.
  • Ikan kecil hidup sebaiknya dibatasi, karena bisa membawa parasit dan penyakit jika tidak dikarantina.

Berikan makan 1–2 kali sehari untuk arwana dewasa. Arwana muda yang masih tumbuh bisa diberi lebih sering dalam porsi kecil.

Keunikan Reproduksi: Sang Ayah yang Mengerami

Pada arwana Asia, justru ikan jantan yang mengerami telur di dalam mulutnya. Jantan menyimpan telur hingga menetas dan menjaga larva sampai kuning telurnya habis. Selama itu, jantan hampir tidak makan. Perilaku ini mirip dengan ikan nila, bedanya pada nila yang mengerami adalah induk betina.

Karena setiap siklus hanya menghasilkan sedikit telur dan proses pemijahan tidak selalu berhasil, penangkaran arwana membutuhkan waktu dan biaya besar. Ini salah satu alasan harga arwana tetap tinggi.

Masalah Kesehatan yang Sering Muncul

  • Drop eye: mata arwana tampak turun atau melirik ke bawah. Sering dikaitkan dengan kebiasaan melihat ke bawah (misalnya pakan jatuh ke dasar) dan faktor lain.
  • Insang terbuka (gill curl): tutup insang melengkung ke luar, biasanya terkait kualitas air buruk atau oksigen rendah.
  • Sisik rusak atau luka: akibat menabrak dinding atau benda tajam di akuarium.
  • Kembung: karena pakan berlebihan atau sulit dicerna.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah memelihara arwana itu legal?

Arwana Asia hasil penangkaran resmi yang disertai dokumen boleh dipelihara. Yang dilarang adalah memperdagangkan atau memelihara arwana tangkapan alam tanpa izin.

Berapa umur arwana?

Dengan perawatan baik, arwana dapat hidup lebih dari 10 hingga 20 tahun.

Bolehkah arwana dicampur dengan ikan lain?

Bisa dengan ikan berukuran besar yang tidak agresif dan tidak bisa dimangsa, misalnya beberapa jenis ikan dasar. Hindari ikan kecil karena akan dimakan.

Baca Juga

Referensi

Gambar Gravatar
Tony Yanallbi adalah pendiri dan penulis utama Iwakpedia. Sehari-hari ia membudidayakan ikan nila dengan sistem bioflok di Jawa Tengah, sehingga banyak tulisannya berangkat dari pengalaman langsung di kolam: mengatur kualitas air, pakan, hingga menghitung biaya produksi. Ia juga menekuni pengembangan web dan senang menyederhanakan informasi teknis perikanan agar mudah dipahami pembudidaya pemula maupun pehobi ikan hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *