Kalau Anda pernah melihat ikan kecil berekor warna-warni di selokan atau kolam dekat rumah, besar kemungkinan itu adalah guppy liar yang di banyak daerah disebut “ikan seribu”. Julukan itu muncul karena guppy berkembang biak sangat cepat.
Versi hiasnya jauh lebih memukau: ekor lebar dengan corak rumit dan warna yang mencolok. Guppy juga termasuk ikan yang paling toleran untuk pemula. Berikut panduan lengkapnya.

Dari Mana Guppy Berasal?
Guppy (Poecilia reticulata) berasal dari wilayah timur laut Amerika Selatan dan kepulauan di sekitarnya, termasuk Venezuela, Guyana, dan Trinidad. Nama “guppy” diambil dari Robert John Lechmere Guppy, naturalis yang mengirim contoh ikan ini dari Trinidad ke museum di Inggris pada abad ke-19.
Guppy kemudian menyebar ke seluruh dunia, sebagian karena sengaja dilepas untuk memakan jentik nyamuk. Di Indonesia, guppy liar kini mudah ditemukan di perairan dangkal. Di sisi lain, penyebaran ini juga membuat guppy dianggap spesies asing yang bisa mengganggu ikan asli di beberapa tempat.
| Ordo | Cyprinodontiformes |
| Famili | Poeciliidae |
| Genus | Poecilia |
| Spesies | Poecilia reticulata |
Ikan yang Melahirkan, Bukan Bertelur
Guppy termasuk ikan livebearer. Telur dibuahi dan berkembang di dalam tubuh betina, lalu betina melahirkan anak yang sudah bisa berenang. Beberapa fakta menariknya:
- Masa bunting sekitar 3–4 minggu, tergantung suhu.
- Sekali melahirkan, betina bisa menghasilkan belasan hingga puluhan anak, bahkan lebih pada betina besar.
- Betina mampu menyimpan sperma sehingga bisa melahirkan beberapa kali tanpa kawin lagi. Karena itu, betina yang baru dibeli bisa tiba-tiba beranak walau di akuarium tidak ada jantan.
Membedakan Jantan dan Betina
| Ciri | Jantan | Betina |
|---|---|---|
| Ukuran | Lebih kecil dan ramping | Lebih besar dan gemuk |
| Warna dan ekor | Warna mencolok, ekor lebar bercorak | Umumnya lebih polos, ekor lebih kecil (pada strain hias, ekor betina juga bisa berwarna) |
| Sirip dubur | Berubah menjadi gonopodium, sirip memanjang untuk kawin | Berbentuk segitiga biasa |
| Tanda khusus | Sering mengejar betina | Ada bercak gelap di dekat sirip dubur (gravid spot), makin jelas saat bunting |
Jenis-jenis Guppy Hias
- Cobra: corak mirip kulit ular di tubuh dan ekor.
- Tuxedo: bagian belakang tubuh berwarna gelap seperti memakai jas.
- Mosaic: ekor dengan pola seperti mozaik atau renda.
- Full Red: seluruh tubuh dan sirip berwarna merah.
- Albino: bermata merah dengan warna tubuh terang.
- Dumbo ear: sirip dada besar menyerupai telinga gajah.
Guppy juga dibedakan dari bentuk ekornya, misalnya delta (segitiga lebar), round tail, dan double sword (ekor dengan dua ujung memanjang).

Menyiapkan Akuarium
- Ukuran: akuarium 20–40 liter cukup untuk sekelompok kecil guppy.
- Filter: pilih filter dengan arus lembut. Filter spons (sponge filter) sangat cocok karena tidak menyedot anakan.
- Tanaman: tanaman rapat seperti hydrilla, moss, atau tanaman mengapung memberi tempat bersembunyi bagi anakan.
- Rasio jantan dan betina: sekitar 1 jantan untuk 2–3 betina agar betina tidak terus-menerus dikejar.
| Parameter | Kisaran |
|---|---|
| Suhu | 22–28 °C |
| pH | 7,0–8,0 |
| Ganti air | 20–30% setiap minggu |
Pakan
Guppy adalah omnivora. Berikan pelet atau flake halus sebagai pakan utama, diselingi pakan hidup atau beku seperti kutu air, jentik, dan artemia. Pakan hidup sangat membantu mempercepat pertumbuhan dan menajamkan warna. Beri makan 2 kali sehari dalam porsi yang habis dalam 2–3 menit.
Cara Membiakkan Guppy dan Menyelamatkan Anakan
Membiakkan guppy hampir tidak memerlukan usaha, karena mereka akan kawin dengan sendirinya. Tantangannya justru menjaga anakan tetap hidup, sebab guppy dewasa, termasuk induknya sendiri, akan memangsa anakan.
- Kenali betina yang hampir melahirkan: perut sangat besar dan bentuknya cenderung kotak, bercak gelap di dekat sirip dubur semakin jelas, dan betina sering menyendiri.
- Pisahkan betina ke wadah khusus atau breeding box yang digantung di akuarium. Jangan pindahkan terlalu dini karena stres bisa menyebabkan keguguran.
- Kembalikan induk ke akuarium utama setelah melahirkan.
- Beri pakan anakan berupa artemia baru menetas, kutu air halus, atau pakan bubuk khusus burayak, 3–4 kali sehari.
- Pisahkan berdasarkan kelamin setelah jantan mulai terlihat, jika Anda ingin menjaga kemurnian strain.
Untuk menjaga kualitas warna dan corak, silangkan guppy dengan strain yang sama. Persilangan acak antar-strain biasanya menghasilkan anakan dengan warna yang tidak menentu.
Masalah yang Perlu Diwaspadai
- Populasi meledak: jika tidak dikendalikan, akuarium cepat penuh. Rencanakan wadah tambahan atau pisahkan jantan dan betina.
- Ekor rusak atau menguncup: biasanya akibat kualitas air buruk atau digigit ikan lain.
- Kawin sedarah berlebihan: pada populasi tertutup yang lama, ikan bisa menjadi kecil dan lemah. Sesekali tambahkan guppy dari sumber lain dengan strain serupa.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama umur guppy?
Umumnya 1–3 tahun di akuarium, tergantung perawatan dan strain.
Apakah guppy bisa dicampur dengan cupang?
Bisa berisiko. Cupang jantan mungkin menyerang guppy jantan yang bersirip lebar dan berwarna cerah, sementara guppy kadang menggigit sirip cupang.
Mengapa anakan guppy saya selalu habis?
Kemungkinan besar dimakan ikan dewasa. Sediakan tanaman lebat atau pisahkan betina bunting sebelum melahirkan.
Baca Juga
Referensi
- FishBase: Poecilia reticulata, guppy
