Ikan louhan (flowerhorn) merah dengan jenong besar di kepala
Foto: Lerdsuwa / <a href="https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Flowerhorn.jpg" target="_blank" rel="noopener nofollow">Wikimedia Commons</a> (CC BY-SA 3.0)

Ikan Louhan (Flowerhorn): Sejarah, Jenis-jenis, dan Cara Merawat agar Jenong Besar

Diposting pada

Di awal tahun 2000-an, louhan sempat menjadi fenomena di Indonesia. Ikan dengan tonjolan besar di kepala ini diburu banyak orang, dan harganya melambung sangat tinggi sebelum akhirnya turun drastis. Kini louhan tetap memiliki penggemar setia yang menghargainya karena warna, bentuk, dan kepribadiannya yang unik.

Louhan dikenal “mengenali” pemiliknya: ia akan mendekat ke kaca saat didekati dan bisa diajak berinteraksi. Berikut panduan untuk Anda yang ingin memeliharanya.

Ikan louhan (flowerhorn) merah dengan jenong besar di kepala
Foto: Lerdsuwa / Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Asal-usul Louhan

Louhan, atau flowerhorn dalam bahasa Inggris, bukan spesies yang ditemukan di alam. Ikan ini adalah hibrida dari beberapa jenis ikan cichlid asal Amerika Tengah, yang dikembangkan oleh penangkar di Malaysia dan Taiwan pada akhir 1990-an. Beberapa spesies yang diyakini terlibat dalam persilangannya antara lain red devil (Amphilophus), trimac (Amphilophus trimaculatus), dan cichlid lain dari kelompok yang sama.

Nama “louhan” diambil dari tokoh dalam tradisi Buddha Tiongkok yang digambarkan berkepala besar. Tonjolan di kepala ikan ini, yang di Indonesia populer disebut jenong atau kok, memang menjadi daya tarik utamanya.

Louhan masih satu famili (Cichlidae) dengan ikan nila, sehingga karakter menjaga wilayah dan anak juga terlihat pada louhan.

Apa yang Membuat Louhan Dinilai Bagus?

  • Jenong: besar, bulat, dan proporsional dengan tubuh.
  • Warna: cerah dan tegas, terutama merah pada bagian kepala dan dada.
  • Mutiara: bintik-bintik putih berkilau di sisik tubuh.
  • Marking: deretan bercak hitam di sisi tubuh. Pada jenis tertentu marking dinilai dari ketegasan dan kesinambungannya.
  • Bentuk tubuh dan sirip: tubuh tebal, sirip lebar dan tidak rusak.

Jenis-jenis Louhan yang Dikenal

Jenis Ciri khas
Kamfa Jenong besar, mata sering berwarna merah, mulut agak tebal. Hasil persilangan dengan jenis louhan lain
Zhen Zhu (ZZ) Tubuh padat dan pendek, mutiara melimpah, jenong cepat muncul
Kamalau Persilangan kamfa dan jenis lain, jenong besar dengan warna kuat
Red Dragon Warna merah pekat di sebagian besar tubuh
Golden base Warna dasar keemasan, biasanya muncul setelah ikan melewati fase perubahan warna
Thai Silk Warna metalik halus seperti sutra, biasanya tanpa marking

Karena louhan adalah hibrida, penamaan jenis di pasar sering tidak seragam antara satu penangkar dengan penangkar lain.

Menyiapkan Akuarium

Louhan dewasa bisa mencapai panjang sekitar 25–30 cm dan bersifat sangat teritorial. Hal yang perlu disiapkan:

  • Pelihara sendirian. Louhan akan menyerang ikan lain, bahkan sesama louhan. Satu ekor per akuarium adalah pilihan paling aman.
  • Ukuran akuarium: untuk louhan dewasa, gunakan akuarium sekitar 100 liter atau lebih.
  • Filter kuat: louhan makan banyak dan menghasilkan banyak kotoran. Kualitas air berpengaruh langsung pada warna dan kesehatannya.
  • Dekorasi minimal: louhan suka mengaduk substrat dan memindahkan benda. Banyak penghobi memilih akuarium polos agar mudah dibersihkan dan ikan tidak terluka.
  • Tutup akuarium karena louhan kadang melompat.
Ikan louhan dengan sisik bermutiara dan jenong menonjol
Foto: Garry Knight from London, England / Wikimedia Commons (CC BY 2.0)
Parameter Kisaran yang disarankan
Suhu ± 26–30 °C
pH ± 7,0–8,0
Ganti air 20–30% sekali atau dua kali seminggu

Pakan dan Perawatan Jenong

Louhan adalah omnivora yang rakus. Pakan utamanya berupa pelet khusus louhan berkualitas, yang umumnya berprotein tinggi. Sebagai variasi, bisa diberikan udang atau jangkrik dalam jumlah terbatas.

Beberapa hal yang dipercaya penghobi membantu pertumbuhan jenong dan warna:

  • Genetik adalah faktor utama. Anakan dari induk berjenong besar memiliki peluang lebih baik.
  • Kualitas air yang stabil dan penggantian air rutin.
  • Pakan berkualitas dalam porsi tepat, bukan pakan berlebihan. Beri makan 2–3 kali sehari secukupnya.
  • Interaksi: banyak penghobi meletakkan cermin sesekali untuk memancing louhan “memamerkan diri”. Lakukan sebentar saja agar ikan tidak stres berkepanjangan.

Klaim tentang pakan atau suplemen “penumbuh jenong instan” sebaiknya disikapi dengan hati-hati. Jenong yang tumbuh sehat umumnya merupakan kombinasi genetik, umur, dan perawatan yang baik.

Penyakit yang Sering Menyerang Louhan

Penyakit Tanda-tanda Pemicu umum
Lubang di kepala (hole in the head) Muncul lubang-lubang kecil di kepala dan sekitar jenong Kualitas air buruk, nutrisi kurang seimbang, parasit
White spot Bintik putih seperti butiran garam Perubahan suhu mendadak
Busuk sirip Tepi sirip rusak dan memutih Air kotor, luka
Kembung / sulit buang kotoran Perut membesar, ikan malas bergerak Pakan berlebihan

Hampir semua masalah tersebut berkaitan dengan kualitas air. Rutin mengganti air dan tidak memberi pakan berlebihan adalah perawatan terbaik.

Jangan Lepaskan ke Alam

Karena ukurannya besar dan agresif, louhan yang dilepas ke sungai atau danau bisa mengancam ikan asli. Di beberapa tempat, louhan bahkan telah dilaporkan menjadi spesies invasif. Jika Anda tidak lagi bisa merawatnya, tawarkan kepada penghobi lain atau komunitas louhan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bolehkah louhan dicampur dengan ikan lain?

Sangat tidak disarankan. Louhan cenderung menyerang ikan lain. Ikan kecil seperti neon tetra atau guppy bahkan bisa dimangsa.

Berapa lama umur louhan?

Dengan perawatan yang baik, louhan bisa hidup sekitar 8–10 tahun atau lebih.

Bagaimana membedakan louhan jantan dan betina?

Jantan umumnya berjenong lebih besar, warnanya lebih cerah, dan sirip punggung serta sirip duburnya lebih runcing. Betina sering memiliki bintik hitam pada sirip punggung dan jenong yang lebih kecil. Namun pada ikan muda, perbedaan ini belum selalu jelas.

Referensi

Gambar Gravatar
Tony Yanallbi adalah pendiri dan penulis utama Iwakpedia. Sehari-hari ia membudidayakan ikan nila dengan sistem bioflok di Jawa Tengah, sehingga banyak tulisannya berangkat dari pengalaman langsung di kolam: mengatur kualitas air, pakan, hingga menghitung biaya produksi. Ia juga menekuni pengembangan web dan senang menyederhanakan informasi teknis perikanan agar mudah dipahami pembudidaya pemula maupun pehobi ikan hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *